Berita Terbaru

Pages

Minggu, 28 Agustus 2016

Nama - Nama Pejabat yang Dilantik di Umpungeng.


1. Staf ahli bidang ekonomi, keuangan dan pembangunan, Firman, SP, MM
2. Staf ahli bupati bidang hukum, politik, Ridwan, M.Si
3. Staf ahli bupati bidang sosial dan sumber daya manusia, Kamaruddin, SE, M.Si
4. Asisten pemerintahan dan kesejahteraan rakyat, Sarianto, M.Si
5. Asisten prekonomian dan pembangunan, Drs. H. A. Akbar Nur Tahir, M.Si
6. Asisten administrasi umum, H. Muh. Asis Makmur, M.Pd
7. Sekretaris DPRD Soppeng, Arafah, SM, Hk, M.Si
8. Inspektur, Nur Alam, SH, MH
9. Kepala Bappeda, A. Tenri Sessu, M.Si
10. Kepala BKD, A. Mahmud, MM
11. Kepala pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa, A. Agus Nongki, SIP, M.Si
12. Kepala badan pelaksanaan dan penyuluh pertanian dan ketahanan pangan, Suriadi, MP
13. Kepala Kesbangpol, Drs. A. Fitrhatuddin
14. Kepala badan pemberdayaan perempuan dan keluarga berencana, A. Nurlina, M.Si
15. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), A. Aswan Said
16. Kepala dinas pendidikan, pemuda dan olahraga, Lukman, M.Si
17. Kepala dinas kesehatan, Sri Muliati Samad
18. Kepala dinas sosial, Nurdin, M.Si
19. Kepala dinas perhubungan, A. Darliawan, M.Si
20. Kepala dinas kependudukan, catatan sipil, tenaga kerja dan transmigrasi, A. Muh. Ilham, M.Si
21. Kepala dinas kebudayaan dan pariwisata, H. A. Unru, SH
22. Kepala dinas pekerjaan umum, Abdillah Bausad
23. Kepala dinas koperindag, Drs. Ilham, M.Si
24. Kepala dinas tanaman pangan dan holtikultura, Ir. Fajar
25. Kepala dinas peternakan dan perikanan, Ir. A. Nurjamhuria
26. Kepala dinas kehutanan dan perkebunan, Drs. Werdin Samsuddin
27. Kepala dinas pendapatan, pengelolaan, keuangan dan aset daerah, Dipa, M.Si
28. Kepala dinas kebersihan dan pertamana, A. Darmi
29. Kepala Kantor Pol PP, A. Agus Salim, S.STP, M.Si
30. Camat Lalabata, ST Kurniawati
31. Camat Lilirilau, A. Dhamriah, S.Sos, MM
32. Camat Liliriaja, Drs. Amin Saing
33. Camat Marioriwawo, Hadi Indra Jaya, S.STP
34. Camat Marioriawa, Abd. Khair, AP
35. Camat Donri-Donri, Drs. H. Fatahuddin
36. Camat Citta, Drs. A. Muh. Tono
37. Camat Ganra, Muh. Idrus, S.Sos
38. Kabag Administrasi Pemerintahan, Drs. Muh. Evinuddin
39. Kabag Administrasi Kesra, A. Risga Sarwati, S.STP, M.Si
40. Kabag Administrasi Kemasyarakatan, Dra. Hj, Murni.M, M.Si
41. Kabag SDA, Ir. Hj. A. Pinrakati
42. Kabag Administrasi Perekonomian, Dra. Hj. Marwati, MM
43. Kabag Organisasi dan Tatalaksana, Arisal, SH
44. Kabag Keuangan, Abdullah, SE
45. Kabag Umum, Drs. A. Isjunwar
46. Kabag Umum Setwan, Ramli, S.Sos, M.Si
47. Kabag Persidangan dan Risalah DPRD, Haeruddin, S.Sos
48. Kabag Keuangan DPRD, Johansyah, S.Sos, MM
49. Kabag Perundang-undangan DPRD, Anny Riani Arsyad, S.STP, M.Si
50. Inspektor Pemb Wilayah I Inspektorat, Muh. Abustan, S.Sos, M.Si
51. Inspektor Pemb Wilayah II Inspektorat, Bahar Lambang, S.Sos, M.Si
52. Inspektor Pemb Wilayah III Inspektorat, Dra. Huridana
54. Sekretaris BAPPEDA, Marthen Rumahlatu, SE. M.Si
55. Kabid FISPRA BAPPEDA, Muh. Arif Rahman Dani
56. Kabid Litbag BAPPEDA, Ady Setiadi, S.Sos, M.Si
57. Sekretaris BKD, Drs. Mare'a
58. Kabid Formasi dan Kesra, A. Faisal, S.Sos
59. Kabid Diklat Struktural, Hj. Andi Maria Razak, SE
60. Sekretaris BPM-Pemdes, Drs. A. Sulfan, AE, M.Ap
61. Kabid UER BPM, Hj. Nurwasi, S.Sos
62. Kabid Pemdes BPM, Andi Muh. Kisting, S.IP
63. Kabid Ketersediaan dan Ditribusi Pangan BP3KP, Hj. A. Sengkeru, S.IP, M.Si
64. Kabid Pengkajian dan Informasi BP3KP, Mansur Tahiur, SP
65. Kabid Kelembagaan BP3KP, Abdullah, S.Sos
66. Kabid Bina Pelayanan Dinas Kesehatan, Muriani, SKM, M.Kes
67. Sekretaris Dikmudora, Drs. Sultan
68. Kabid Hubungan Antar Lembaga Kesbang, Muh. Ihsan, S.STP, M.Si
69. Kabid Perlindungan Masyarakat Kesbang, Muhris Sulkahfi, S.STP, M.Si
70. Sekretaris BP3KP, Dra. Suriasni, M.Pd
71. Kabid Data BP3KP, A. Bangka, S.Sos
72. Kabid KB BP3KP, A. Kesuma, BA
73. Kabid Pemeberdayaan BP3KP, Sahri, M.Sos
74. Kabid PLS Dikmudora, Dra. Budiati, M.Si,
75. Sekretaris Dinas Kesehatan, Sallang, SKM, M.Kes
76. Kabid Pengembangan Dinas Sosial, Hj. Budiaman, S.Sos
77. Kabid Dinas Sosial, Drs. Endang Sudani
78. Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan, Budiman, S.Sos
79. Kabid Tehnik Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan, Drs. Sukardi
80. Kabid Humas dan Informatika Perhubungan, A. Amsal Hayri
81. Kabid Pelayanan Informasi Dinas Perhubungan, H. Amrin, S.Sos, M.Si
82. Sekretaris Kependudukan, Umarsono, SH
82. Kabid Kependudukan dan Capil, Sakirawati, SH. M.Si
83. Kabid Pendataan Dinas Kependudukan, A. Asmiwati
84. Kabid Pemberdayaan Tenaga Kerja dan Dinas Kependudukan, Drs. Kanaruddin
85. Kabid Transmigrasi Dinas Kependudukan. Suhardi, S.Sos., M.Si
86. Sekretaris Dinas PU. Drs. Andi Zulkarnain
87. Kabid Bina Marga Dinas PU, A. Arianto Nongki, SP
88. Kabid Cipta Karya Dinas PU, Nurwahida, ST
89. Kabid Tata Ruang Dinas PU, Latemanengngka
90. Sekretaris PSDA, Mamma, SE
91. Kabid Bina Teknis Dinas PSDA, Haeruddin, ST
92. Kabid Sungai Danau Dinas PSDA, Ali Imran Mallawi
93. Sekretaris Dinas Koperindag, Mappatoto, SE
94. Kabid Koperasi UKM Dinas Koperindag, Abd Hafid, S.Sos
95. Kabid Fasilitas Dinas Koperindag, A. ST Habiba
96. Kabid Perindustrian dan Perdagangan Dinas Koperindag, Drs. Hasanuddin
97. Kabid Pembinaan Dinas Koperindag, Dra. A. Hardianti, M.Si
98. Sekretaris Dinas Tanaman dan Pangan, Ir. A. Zulkifli, M.Si
99. Kabid Produksi Dinas TPH, Suhardiman, S.Sos
100. Kabid Holtikultura Dinas TPH, A. Nurhafidah, S.Hut
101. Kabid Pengelolaan dan Pemasaran Dinas TPH, Ir. Asrim Basri
102. Kabid Sarana dan Prasarana Dinas TPH, M Rum, SP
103. Sekretaris Dinas Peternakan, Ir Arman Asnawi
104. Kabid Perikanan Dinas Peternakan, Aniswar Arifuddin, SIP, M.Si
105. Kabid Kelembagaan Usaha Dinas Hutbun
106. Sekretaris DPPKAD, Hasanuddin, S.Sos, MM
107. Kabid Anggaran Dinas PPKAD, Andi Amri Nongki, M.Si
108. Kabid Aset Dinas PPKAD, Drs. A. Nur Alam Saleh
109. Kabid Dana Perimbangan, Dwi Aswan Ani
110. Sekretaris Dinas Kebersihan, Lukman, S.Sos
111. Kabid Pengelolaan Sampah Dinas DKP, A. Aswat, M.Si
112. Kabid Kebersihan Dinas DKP, Arbaiyya Jade, SE
113. Kepala Lingkungan Hidup, H. Ridwan, S.Sos
114. Kepala RSUD Latemmamala, Dra. Hj. Nirwana
115. RSDU, Yanwar Syaiful, SKM
116. Sekretaris BPBD, Syahrani, SIP
117. Kabid Pencegahan BPBD, Ruslan, S.Sos
118. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD, A. Ahmad Irdan, SH
119. Kabid Rehab dan Rekonstruksi BPBD, A. Muh. Rasyidi, S.Sos, M.Si
120. Sekcam Lalabata, A. Wandi Irwandi, S.STP, M.Si
121. Sekcam Lilirilau, A. Resi Walmiki, S.Sos
122. Sekcam Liliriaja, A. Syahrul
123. Sekcam Marioriwawo, A. Ashar Afwan. S.STP, M.Si
124. Sekcam Marioriawa, Drs Nurhamsi
125. Sekcam Citta, Masri, S.Sos, M.Si
126. Sekcam Ganra, A. Ma'sum, S.STP
127. Sekretaris Dinas Perhubungan, Sukardi, SE. MM
128. Kabid Pertambangan dan Energi Dinas PSDA

Selasa, 03 Mei 2016

Software Karaoke DZONE XTREME 8 Gratis



Buat rekan-rekan yang hobby berkaraoke ria dirumah. Saya mau berbagi aplikasi Karaoke yang biasa dipakai pada Karaoke room atau rumah bernyanyi ataupun Karaoke Live. Aplikasi ini sebenarnya banyak di internet tapi hampir semua berbayar. Kadang gratis download tapi pake password yang harus dibeli. Nah sekarang saya akan berbagi secara gratis tanpa tanpa password. Silahkan didownload aja sesukanya.
Aplikasi ini bernama DZONE EXTREME 8
Link download Setupnya disini
Link download Keygennya disini
Link download Serial Numbernya disini
Dan bagi yang belum tahu cara instalasinya bisa download disini

Software ini akan saya hapus nanti. Jadi sebelum dihapus ayo segera di download secepatnya.mumpung Gatisssss. Harga untuk Software ini kalau mau dibeli ratusan ribu sampai jutaan. Jadi tunggu apa lagi. sebelum saya hapus ayo dibagikan.
Untuk mengganti Logo Dzone Karaoke pada layar bisa tanya tanya di kolom komentar. atau mengganti Running teks/Tulisan berjalan, silahkan komen dibawah.

Sabtu, 30 April 2016

Karena Istri Dan Keluarganya Matre, Setengah Jam Setelah Ijab Kabul Diceraikan


SILEWO -- Untuk yang belum nikah, utamanya masyarakat bugis yang umumnya punya uang panaik yang tinggi, tidak ada salahnya menyimak pengalaman fotografer pernikahan asal Malaysia ini. Juru foto itu mengunggah kisah suami yang menceraikan istrinya, setengah jam setelah akad nikah.

Dalam pernikahan itu, sang pengantin pria telah sepakat memberi mas kawin senilai RM 22.222,22 atau sekitar Rp 75 juta. Agak mahal memang. Tapi sang lelaki sudah setuju.

Akad nikah pun dilakukan. Dalam sekali lafal, pernikahan itu menjadi sah. Dan di pesta itu bingkisan mas kawin sudah berpindah tangan, dari keluarga pengantin pria ke keluarga pengantin perempuan.

Namun beberapa saat kemudian terdengar keributan dari keluarga pengantin perempuan. “Duit hantaran kurang seribu,” kata keluarga perempuan mempermasalahkan mas kawin dari pengantin lelaki.

Mendengar keributan itu, pengantin permepuan pun bangkit dari duduknya. Dengan nada suara tinggi, dia bertanya kepada lelaki yang baru saja menikahinya, mengapa kurang seribu. Dan pekikan itu disahut keluarganya yang turut mempertanyakan kekurangan mas kawin.

“Sudah tahu tak punya cukup uang, tetapi kenapa sangat gatal ingin menikah,” tanya keluarga pengantin perempuan.

Mendengar cercaan itu, sang pengantin
lelaki bereaksi. Meski matanya berkaca-kaca, dia tetap berusaha tersenyum. Lantas dia mengambil mikrofon dan berkata, “Baru saja jadi istri tak sampai setengah jam sudah seperti ini.”

“Sengaja saya kurangi seribu karena ingin melihat orang ini seperti apa. Ini saya bawa uang kekurangannya itu,” kata pengantin lelaki itu sambil mengambil gepokan uang dari tas.

“Tak apa-apa lah,” kata dia, “semua yang ada di sini menjadi saksi saya. Saya ceraikan kamu dengan talak tiga. Assalamu’alaikum.” Lelaki itu meletakkan mic, bersalaman, dan lantas pulang.

Kisah ini diunggah, karena di negeri jiran itu tengah hangat masalah perkawinan yang batal karena kurangnya mas kawin dari pengantin laki-laki. Beberapa waktu lalu, pernikahan yang dilangsungkan di masjid itu berubah menjadi kericuhan.

Bagi banyak orang, pernikahan menjadi hari bahagia. Namun tidak untuk pasangan di Malaysia ini. Mereka bercerai hanya setengah jam setelah akad nikah.

Kisah itu berawal dari kurangnya mas kawin. Pengantik lelaki memang sengaja mengurangi uang hantaran sebesar RM 1.000. Dia ingin melihat tipe seperti apa keluarga dan wanita yang dinikahi itu.

Ya benar saja, setelah menerima seserahan, keluarga mempelai wanita ribut, menghujat pengantin lelaki. Menagih kekurangan uang hantaran. Mempelai wanita pun tak kalah galak. Dengan suara tinggi dia bertanya kepada lelaki yang baru saja menikahinya.

Watak asli sang perempuan dan keluarganya tampak sudah. Sang pengantin laki-laki sangat sedih dibuatnya. Dengan mata berkaca-kaca, pengantin lelaki menyambar mikrofon. Dan di depan para undangan dia mulaoi bicara.

“Baru saja jadi istri tak sampai setengah jam sudah seperti ini,” tutur pengantin lelaki, sebagaimana ditulis fotografer yang mengunggah kisah ini ke akun Facebook Boii Amani Hashim.

“Sengaja saya kurangi seribu karena ingin melihat orang ini seperti apa. Ini saya bawa uang kekurangannya itu,” tambah pengantin itu. Tak hanya mengeluarkan kata-kata. Pengantin itu juga mengeluarkan uang kekurangan hantaran itu dari dalam tas.

“Tak apa-apa lah,” kata dia sambil terus menahan air mata, “semua yang ada di sini menjadi saksi saya. Saya ceraikan kamu dengan talak tiga. Assalamu’alaikum.” Lelaki itu meletakkan mic, bersalaman, dan lantas pulang.

Ya, pidato lelaki itu mengakhiri tali pernikahan itu, yang masih berumur setengah jam. Di saat para undangan belum beranjak, mereka menyaksikan akad sekaligus perceraian.



Sumber: dream.co.id

Kamis, 07 April 2016

Kepala BPM Soppeng Sarankan Ganti Sekdes Belo


SILEWO -- Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa  (BPM-Pemdes) Soppeng, Zaenul, menanggapi polemik perangkat Desa Belo, Kecamatan Lalabata, Soppeng.

Menurut Zaenul, lepala desa sudah bisa menggantikan sekretaris desa yang berstatus pegawai negeri (PNS).

"Itu sesuai dalam Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa telah mengatur bahwa sekertaris desa diangkat oleh kepala desa dengan persetujuan Camat," kata Zaenul kepada tribunsoppeng.com via telepon selulernya, Rabu (6/4/2016) siang.

Kepala desa, kata Zaenul, yang mengeluhkan kinerja sekdesnya seharusnya diganti demi berjalannya program desa.

"Regulasinya sekdes PNS ditarik ke induknya dan kades mengangkat sekdes non-PNS yang diusulkan ke bupati dalam hal ini camat."

Sebelumnya, Kepala Desa Belo, Alimuddin, menyampaikan keluhan, sekretarisnya yang bersatus PNS malas masuk kantor.

"Sekretaris desa saya masih tetap begitu seperti dulu, jarang masuk kantor," kata Alimuddin kepada tribunsoppeng.com.

Alimuddin bahkan kewalahan mengurusi sendiri administrasi di kantornya, tanpa sekdes.

"Saya berharap ada petunjuk dari pihak terkait mengenai permasalahan tersebut," katanya.

Sumber : disini

Ini Tanggapan BPD Panincong Soppeng Soal Sekdes Non PNS



Sekretaris Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Panincong, Muh Tariqullah menanggapi adanya rencana pergantian Sekdes PNS ke Non PNS.

"Jika rencana ini terealisasikan maka kami akan melakukan pengawasan dalam regulasi tersebut," kata Tariqullah ditemui TribunSoppeng.com di Jl Andi Panguriseng, Desa Panincong, Kecamatan Marioriawa, Soppeng, Sulsel, Rabu (6/4/2016).

Ia menambahkan, selain UU Desa No 6 tahun 2014 BPM-Pemdes, camat, dan kepala desa harus mengacu kepada Peraturan Menteri Dalam Negeri No 83 tahun 2015 pasal 4 tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa.

"Kami harap dengan adanya mekanisme tersebut pemerintah desa atau pihak terkait memahami aturan yang ada sehingga nantinya tidak ada kesalahpahaman dalam pelaksanaanya," ucap Tariqullah.

Ia menyebut, seharusnya ada peraturan daerah terkait pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa dalam hal ini sekretaris desa sebagai aturan teknisnya supaya lebih jelas.

Sumber : disini

Rabu, 06 April 2016

Penjual Kunci Jawaban UN Di SMAN 1 Donri-Donri Diamankan Di Polres Soppeng


Pelaku penjual kunci jawaban Ujian Nasional (UN) di amankan di Mapolres Soppeng, Jl Kemakmuran, Kelurahan Lemba, Kecamatan Lalabata, Soppeng, Sulsel, Selasa(5/4/2016).
Pelaku menjual kunci jawaban terhadap kordinator siswa SMA 1 Donri-donri, pelaku juga menjual kunci jawaban terhadap koordinator siswa SMA Negeri 2 Watansoppeng.
"Ketiganya kita tangkap saat operasi tangkap tangan saat pelaku menjual kunci jawaban di SMA Negeri Donri-Donri serta SMA Negeri 2 Watansoppeng," kata Kapolres Soppeng AKBP Dodied Prasetyo, Selasa (5/4/2016).
Pelaku dari seorang mahasiswa Bina Nusantara Bandung bersama dua orang rekannya yang menjual kunci jawaban Ujian Nasional (UN) di SMA Negeri 1 Donri-Donri Kabupaten Soppeng.
"Saat penangkapan, HDM (27) Mahasiswa Asal Bandung, DNA (27), Serta IRW polisi berhasil mengamankan lebih dari 300 lembar kunci jawaban, uang tunai 32 juta, dua Laptop, tiga printer, satu modem , tiga buah Hp, lima kartu ATM, satu buah catatan rekapan kunci jawaban, dua buah FD, satu Mikro SD, tiga buah dompet ditambah tiga motor pelaku," ujarnya.
Koordinator siswa hanya membayarkan kunci jawaban mata pelajaran hari pertama UN, dengan perjanjian setiap hari kunci jawaban diserahkan selama tiga hari selama ujian berlangsung.
"Koordinator siswa SMA Negeri 1 Donri-donri atas nama QLB sebesar Rp. 23 juta dan saat ini kordinator siswa membayar pada pelaku sebesar 11 juta, Sementara kordinator siswa SMA Negeri 2 Watansoppeng sebesar Rp 33 juta, dibayarkan hanya Rp 12 juta." Kata Kapolres Soppeng, Dodied Prasetyo.
Ia pun menambahkan, untuk saat ini ketiga pelaku sudah kita amankan, dan saat ini terus kita kembangkan untuk selidiki dari mana kebocoran ini.
" Kita terus kembangkan bagaimana bisa dokumen negara tersebut bisa bocor, selain itu untuk sementara pasal yang kita beratkan kepada pelaku yakni pasal 378 Penipuan," tegasnya.

disini

Kamis, 31 Maret 2016

Soppeng Dapat 10 CJH Cadangan Untuk Tahun 2016


Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Soppeng akan menggelar pertemuan dengan para Calon Jamaah Haji (CJH) yang masuk dalam kategori cadangan.

Pertemuan ini dijadwalkan pada Senin, 04 April 2016, di ruang Kepala Seksi Haji.

“Ada 10 cadangan CJH kita di Soppeng untuk tahun 2016,” kata Staf Seksi PHU Kemenag Soppeng, Dedy Kurniawan, di ruangannya, Kantor Kemenag soppeng, Jl Pakkanrebete, Kelurahan Lalabata, Soppeng, Sulsel, Kamis (31/03/2016).

Ia memaparkan, pertemuan tersebut untuk menyampaikan kesempatan mereka untuk berangkat musim haji tahun ini.

CJH cadangan Soppeng terdiri dari, Kecamatan Ganra lima orang, Marioriawa tiga orang, Lilirilau satu orang dan Donri-Donri satu orang.

“Kami akan menyurat kepada Kepala KUA yang bersangkutan untuk menyampaikan hal tersebut kepada para CJH cadangan,” ujarnya.

Adapun ke 10 CJH cadangan yang dimaksud adalah:
Kecamatan Ganra : Muhammad Hasbih, Sitti Nurhadiah, Tsamarah Syam, Sitti Naisah, Sitti.
Kecamatan Marioriawa : Abdul Hamid, I Sittiara, Madde.
Kecamatan Lilirilau : Sunarti.
Kecamatan Donri-Donri : Darmawati.

Sumber : disini

Senin, 28 Maret 2016

IKA SMAN 200 Watansoppeng Dilantik Oleh Burhanuddin Andi di Rujab Bupati


Burhanuddin Andi, mantan kapolda Sulsel, melantik pengurus Ikatan Alumni (IKA) SMAN 200 Soppeng periode 2016-2020 di Baruga Rujab Bupati Soppeng, Kelurahan Botto, Kecamatan Lalabata, Soppeng, Sulsel, Minggu (27/3/2016).

Ketua umum IKA SMAN 200 ini didampingi Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak.

"Pelantikan pengurus ini tak lain adalah menjalin silaturrahim yang lebih erat antara sesama alumni," kata Burhanuddin saat sambutan.

Ia berpesan, pengurus senantiasa harmonis.

"Bekerjalah dengan baik jangan hanya nama saja, bekerjalah dengan kalbu," katanya.

Sumber : disini

Supriansah Tidak Mau Dengar Ada PNS Nongkrong di Warung kopi


Alasan disiplin, Wakil Bupati Soppeng Supriansa meminta satu per satu pegawai peserta apel diabsen di pelataran Kantor Bupati Soppeng, Jl Salotungo, Kecamatan Lalabata, Senin (28/3/2016) pagi. Caranya, masing-masing peserta apel mendata rekannya yang tidak hadir, bukan Supri yang mengabsen. "Kita harus bersatu dan itu perlu kedisiplinan untuk melaju ke perubahan dari ketinggalan kita," kata Supri saat sambutan. "Maka dari itu para SKPD dan badan yang lainnya mengabsen kehadiran para PNS yang tidak hadir di saat upacara," Supri menyambung kalimatnya. Tidak sedikit PNS yang telat datang dalam apel ini. Sampai-sampai banyak tidak sempat menaruh tas bawaan mereka di kantor, hanya disimpan di tempat apel. Mata Supri sempat tertuju pada tas-tas pegawai yang ditaruh begitu saja sela barisan apel. Kemudian menyinggung, "saya tidak mau dengar kalau pegawai honorer yang bekerja kemudian para PNS duduk nongkrong nge warkop di salah satu tempat," katanya.

Sumber :  disini
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com tipscantiknya.com